APA GURU BK ITU MASIH DICAP SEBAGAI “POLISI SEKOLAH” DI ERA INI?

Share This Post

Share on facebook
Share on linkedin
Share on twitter
Share on email

Sebelum kita membahas tentang topik “Guru BK itu polisi sekolah dan gabut, kalau engga ada anak nakal ya engga akan kerja dong guru BK”. Kita coba fahami dahulu apa sih Bimbingan dan Konseling itu ?? 

Tulis opini Anda seputar isu terkini di Kompasiana.comBimbingan

Kata ‘Bimbingan’ dan kegiatan ‘bimbingan’ mempunyai ‘umur’ yang sama dengan eksistensi manusia itu sendiri. Dalam lingkup pndidikan, khususnya mulai awal abad XX istilah bimbingan mempunyai arti tersendiri. Pada awalnya, kegiatan bimbingan dalam lingkup Pendidikan dasar dan menengah dimaksudkan untuk siswa dengan kebutuhan akan Pendidikan khusus (McLaughlin, 1982). Dewasa ini dengan makin beragamnya masalah di sekolah dan makin tepatnya identifikasi berbagai masalah itu, esensi pengertian bimbingan dalam lingkup Pendidikan dasar dan menengah adalah pelayanan dalam bentuk pemberian bantuan dan dukungan psikologik yang professional untuk semua siswa (Klinerfelter, 2003).

Konseling

Dewasa ini konseling dalam lingkup Pendidikan dasar dan menengah masih dilakukan, bukan hanya oleh orang-orang secara resmi ditunjuk atau dikukuhkan sebagai konselor (setelah mendapat Pendidikan/pelatihan khusus untuk menjadi konselor), tetapi juga oleh mereka dengan berbagai latar belakang profesi, kemampuan dan Pendidikan/pelatihan, yang bertindak sebagai konselor, seringnya tanpa Pendidikan.pelatihan khusus untuk itu.

Dewasa ini kata konseling menunjuk kepada kegiatan pelayanan yang diberikan oleh guru yang ditunjuk khusus untuk itu (lebih disukai mereka yang sudah mendapat Pendidikan/pelatihan khusus untuk menjadi konselor) dalam bentuk pemberian nasihat, penyuluhan dan pengarahan yang sesuai masalah siswa yang dilakukan secara pribadi. Kepentingan siswa dilindungi oleh rahasia jabaran yang harus dipatuhi oleh guru yang menjadi konselor (Rees, 2005).

Prinsip

Terdapat beberapa prinsip kerja yang harus dipraktekkan dalam menjalankan bimbingan dan konseling untuk lebih menjamin keberhasilan kegiatan tersebut. Berikut ini dikemukakan prinsip-prinsip kerja yang telah terbukti banyak bermanfaat dalam pekerjaan bimbingan dan konseling pada jenjang Pendidikan dasar dan menengah.

Prinsip pertama : Selalu Memberikan tanggapan

Prinsip kedua : Komunikasi dengan pihak yang relevan

Prinsip ketiga : Menjaga rahasia jabatan

Kepatuhan pada ketiga prinsip di muka itu lebih menjamin tingkat kepercayaan dan keberhasilan yang tinggi dalam menjalankan fungsi konselor di sekolah. Selain ketiga prinsip itu, terdapat prinsip-prinsip kerja lain yang lebih langsung terkait dengan proses konseling sendiri yaitu

  1. Penghargaan kepada siswa (klien) sebagai seorang pribadiyang mempunyai hak
  2. Menyimak

Masa Depan Bimbingan dan Konseling

Kegiatan bimbingan dan konseling di Pendidikan dasar dan menengah mengalami kemajuan yang luar biasa dalam 30 tahun terakhir ini, terutama di negara-negara maju seperti Britania Raya dan Amerika Serikat. Banyak sekali sekolah-sekolah pada jenjang Pendidikan dasar dan menengah di negara-negara mauju seperti Britania Raya dan Amerika Serikat. Banyak sekolah-sekolah pada jenjang Pendidikan dasar dan mengenag di negara maju yang tidak lagi menggunakan psikologi umum, apalagi guru mata pelajaran, sebagai konselor sekolah, tetapi sudah memfungsikan konselir bersertifikat dengan kekhususan Pendidikan dasar dan mengah sebagai konselor (Campbell, 2006; Thomas; 2007). Keadaan ini masih merupakan impian agi profesi konselor di hamper semua sekolah di negara-negara berkembang dewasa ini.

Tidak banyak infirmasi berkenaan dengan masa depan ini yang dapat diperoleh dari negara-negara berkembang. Tetapi, dengan makin berkembangnya globalisasi di hamper semua sector kehidupan, dengan berbagai pengaruhnya yang menggerakan sector Pendidikan, maka kegiatan bimbingan dan konseling dalam kehidupan sebagai penerus, tampaknya juga tidak akan luput dari berbagai pengaruh menggembirakan itu (Best, 2006).

Khusus di Indonesia kecenderungan menggembirakan ini tampak dari makin diakuinya profesi konselor (dengan Pendidikan/pelatihan khusus untuk menajdi konselor) sebagai tenaa professional bimbingan dan konseling di sekolah seperti terlihat dari makin diserapnya sarjana Bibingan dan Konseling dari berbagai perguruan tinggi di banyak sekolah dasar dan mengenah; juga makin berkurangnya jumlah guru mata pelajaran yang merangkap jabatan sebagai konselor di Pendidikan dasar dan menengah.

Jadi berdasarkan informasi di atas apakah masih bisa disebut bahwa “Guru BK itu polisi sekolah dan gabut kalau engga ada siswa nakal?”

Dahulu bisa disebutkan seperti itu karena latar belakang Guru BK bukan dari Sarjana Bimbingan dan Konseling namun guru mata pelajaran lain yang merangkap menjadi Guru BK sehingga tidak tahu apa fungsi sebenarnya seorang Guru BK. Namun di era sekarang sudah banyak lulusan Sarjana Bimbingan dan Konseling yang mulai berkecimpung di dunia pendidikan dan stakeholder sekolah sudah memahami juga fungsi dari BK itu sendiri itu seperti apa. 

Sebenarnya masih banyak hal menarik yang bisa kita bahas mengenai Bimbingan dan Konseling jadi di artikel selanjutnya akan dibahas hal-hal menarik lainnya… (Shildi Andriani)

Bisa juga baca di link berikut yaaa…

https://www.kompasiana.com/shildisuhendar9344/63886100e371324989357ab2/apa-guru-bk-itu-masih-di-cap-sebagai-polisi-sekolah-di-era-ini

Subscribe To Our Newsletter

Get updates and learn from the best

More To Explore

Asah Bahasa Inggris Mu menggunakan Tiktok

Taklukan dunia dengan Bahasa Inggris melalui kreatifitas kita di tiktok By: Ovie Kholillatus Shofia Guru Bahasa Inggris di SMK Informatika Pesat IT Xpro Pengguna Tiktok

Do You Want To Boost Your Business?

drop us a line and keep in touch